Masjid Nurul Huda adalah Masjid Tua di Kampung Sinagar Bogor

masjid tua di sinagar, cihideung udik, ciampea, bogor

(KABARBOGOR) CIAMPEA – Simbol terkuat di masyarakat beragama adalah adanya tempat ibadah. Tapi, tempat ibadah seakan hampa jika tak ada penghuninya. Karena itu, eksistensi masjid menjadi sentral kegiatan keagamaan dalam Islam. Selain, shalat berjamaah, masjid juga sering di gunakan kegiatan dakwah, peringatan hari-hari besar Islam dan lain-lain. Salah satu masjid tua di Bogor adalah masjid Nurul Huda yang terletak di Kampung Sinagar Rt 003 Rw. 007 Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Bogor.

Mesjid ini di yakini sebagian masyarakat telah lama berdiri sejak kampung Sinagar masih sepi penduduknya.

Seperti di akui warga setempat, bahwa masjid Nurul Huda Sinagar di dirikan di atas areal tanah keluarga penyebar agama Islam dari Kesultanan Banten bernama KH Tb. Romdhon sekitar abad ke-17 hingga 18 M.

Baca Juga:  KOMED Ajak Pengurusnya Berdayakan Guru dan Komunitas

Pada masanya, ia di percaya sebagai salah satu tokoh sekaligus da’i berpengaruh di Bogor. Tak sedikit keturunannya menjadi pegiat keagamaan melalui jalur pengajian dan pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah, seperti Bogor, Sukabumi, Bandung, Jakarta, Lampung dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Setiap harinya aktifitas di masjid ini tak pernah sepi. Pasalnya, selain di pergunakan warga untuk shalat berjamaah, di masjid ini selalu terdengar lantunan Kalam Suci al-Qur’an para santri yang mengaji usai shalat fardhu.

Tradisi pengajian al-Quran di masjid Nurul Huda memang secara turun temurun masih kerap bertahan hingga sekarang.

Menjadi Daerah Padat Penduduk

Seiring perkembangan zaman, kondisi kampung Sinagar pun banyak mengalami perubahan. Semakin bertambahnya penduduk dan permukiman warga kampung Sinagar menjadi ramai. Tak jauh di sebelah Barat Masjid deretan perumahan komersial pun berdiri.

Baca Juga:  Ganjil Genap Kawasan Kebun Teh Puncak Sepi di Hari Minggu Ini

Kondisi Masjid Tua Nurul Huda Sinagar, Bogor yang berdampingan dengan pesantren seakan terkepung bangunan perumahan dan permukiman penduduk, sehingga menambah padatnya bangunan di sekitar pesantren dan Masjid.

Meski demikian, hal itu nampaknya tidak menyurutkan para tokoh setempat dalam menjalankan syi’ar Islam melalui pengajian dan pesantren di kampung yang sempat menyandang julukan kampung “Darul Ulama”.

Tahun ini, “takmir masjid” membentuk panitia rehabilitasi dan renovasi masjid agar kondusifitas masjid dalam pengembangannya sebagai fungsi keagamaan lebih maksimal.

Kontributor: Najmudin Ansorullah / jabarmedia.com