Pangandaran Jawa Barat Buka Seluruh Objek Wisatanya Akhir Pekan Ini, Ada Penyekatan

  • Whatsapp
pantai pangandaran

Mulai Jumat 3 September 2021, seluruh objek wisata di Pangandaran Jawa Barat mulai dibuka. Belum ada peningkatan volume kendaraan pengunjung yang memasuki pintu masuk objek wisata, seperti yang terpantau di pintu masuk objek wisata pantai Pangandaran sejak dibuka.

Berdasarkan pantauan, tampak beberapa petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas di seputaran bundaran Tugu Ikan Marlin dan pintu masuk ke objek wisata Pantai Pangandaran.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Polres Ciamis sedang melakukan uji coba dengan merekayasa jalur di kawasan objek wisata.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, sebelumnya sudah digelar uji coba dengan melakukan penyekatan di perbatasan Kalipucang. Namun, terjadi dinamika karena ada pejalan umum yang terganggu.

”Maka, sekarang kita coba rekayasa seluruh ruas jalan yang ada di kawasan wisata sambil melihat potensi yang kita miliki. Sehingga, tidak terjadi ketimpangan antara pantai barat dan pantai timur,” kata Jeje.

Baca Juga:  SMK Pelita Ciampea Gelar Vaksinasi, Tenaga Medis Dibantu Siswa

Jeje mengatakan, untuk pintu masuk atau toll gate pantai timur, untuk wisatawan domestik atau untuk warga Pangandaran.

Kendaraan pengunjung dari luar Pangandaran difokuskan melalui jalur pintu masuk utama. Dugaan adanya pelanggaran protokol kesehatan, kata Jeje, bisa saja terjadi.

Para pelaku wisata sudah berkomitmen dengan pemerintah daerah untuk menaati protokol kesehatan.

”Yang paling penting pakai masker dan mau divaksin. Kalau melanggar, ya kita tu – tup lagi objek wisatanya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Wahyu Broto Narsono Adhi memprediksi bakal terjadi lonjakan pengunjung setelah dibukanya objek wisata di Pangandaran.

Untuk mengantisipasi terjadinya pe num pukan wisatawan di objek wisata, kepolisian sedang melakukan kajian di sejumlah ruas jalan kawasan objek wisata.

”Kami menindaklanjuti apa yang diputuskan oleh Forkopimda Pangandaran dengan memberikan dukungan kepada Bupati Pangandaran untuk membuka objek wisata. Soalnya, kasus Covid-19 di Pangandaran sudah menurun,” kata Wahyu Broto.

Baca Juga:  Desa Gunungputri Meraih Juara Pertama Lomba Profil Desa Kabupaten Bogor 2021

Langkah pertama, kata dia, kepolisian mencoba melihat permasalahan yang terjadi di Pangandaran terutama permasalahan di Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran.

”Kami melihat data-data yang ada sebelumnya. Ternyata konsentrasi pengunjung ada di satu titik, yakni di Pantai Barat,” ujarnya.

Untuk itu, Wahyu mencoba memecah konsentrasi pengunjung wisata dengan memanfaatkan sarana dan fasilitas yang ada di kawasan objek wisata.

”Salah satu upaya untuk penguraian pengunjung adalah membuat lintasan satu arah utama sehingga wisatawan bisa melihat ada spot lain,” ujarnya.

Selain itu, penyekatan tetap dilakukan secara terbatas yaitu dengan menghitung jumlah wisatawan yang ada di dalam kawasan objek wisata.

”Caranya, kami memisahkan pintu masuk dan pintu keluar. Jadi, kami bisa mengetahui secara real time jumlah wisatawan yang berada di dalam,” ujar Wahyu.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Pos terkait