Bupati Bogor Rapat Virtual Dengan Kemenhub RI Untuk Sosialisasi Penerapan Ganjil Genap di Puncak

  • Whatsapp
bupati bogor rapat dengan kemenhub

Bupati Bogor Ade Yasin Rapat virtual dengan Kemenhub RI dalam rangka Sosialisasi Kebijakan dan Pengaturan Lalu Lintas Ciawi-Puncak. Lokasi rapat virtual di Aula Bawah Pendopo Bupati, Cibinong, Senin (6/9).

Ade Yasin menjelaskan, jika dalam dua minggu hasil uji coba ganjil genap belum signifikan. Mungkin uji coba seterusnya akan diganti pola, jika setuju dengan pola per minggu. Berdasarkan pertemuan beberapa waktu lalu bahwa Kementerian menerangkan prosesnya juga panjang.

Hari rabu, 8 September akan ada pertemuan dengan tokoh masyarakat, ormas dan perwakilan masyarakat yang ada di kawasan Puncak. Yang akan di bahas dalam pertemuan itu antara lain; apakah ganjil genap ini menggantikan buka tutup yang sudah berjalan atau akan berjalan dua-duanya. “Ganjil genap jalan, buka tutup jalan, mereka perlu ketegasan dari kami,” terang Ade Yasin.

Lebih lanjut Ade Yasin menyatakan, ada beberapa organisasi yang dinamakan Puncak Ngahiji mengeluh, mereka belum tersosialisasikan dengan baik, mereka merasa Puncak lagi, Puncak lagi, padahal Puncak adalah jalan nasional.

Baca Juga:  Curug Kembar Tempat Indah di Cibeureum Sukamakmur Jonggol Bogor

Kami hanya melakukan uji coba sebetulnya untuk keperluan masyarakat, tapi ini mudharat atau manfaatnya kita lihat dari hasil kajian dan hasil diskusi dengan masyarakat. Kita akan melihat situasi uji coba dua minggu, sehingga kami belum bisa memutuskan apakah akan diperpanjang. Nanti keputusannya ada di kementerian,” terangnya.

Bupati Bogor menegaskan, sebetulnya ganjil genap ini tidak langsung menurunkan volume kendaraan, karena dilihat dari pantauan kondisinya masih macet. “Karena Puncak banyak jalan tikus atau jalan kecil yang bisa orang ke Puncak tanpa melalui Gadog atau Ciawi. Saya kira ini penurunannya belum signifikan makanya harus dikaji bagaimana penanganan Puncak ini supaya bisa lancar jalannya, tetapi masyarakat juga tidak dirugikan,” tegasnya.

Secara Virtual, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengungkapkan, saat ini dirinya akan segera menyiapkan regulasinya karena itu merupakan jalan nasional yang kewenangannya ada di pihak Kemenhub.

Baca Juga:  SMK Pelita Ciampea Gelar Vaksinasi, Tenaga Medis Dibantu Siswa

Sejak seminggu lalu kami diminta pak menteri untuk merancang terhadap langkah peraturan hari ini, dari tol kemudian Gadog sampai dengan ke Puncak Pass, berikutnya memang kita rencananya itu sampai dengan Cianjur. Regulasi akan kami sesuaikan sesuai opsi yang dipilih Satlantas Polres Bogor dan Polantas Polri,” tambah Budi.

Nyatanya memang kebijakan ini tidak hanya di Kabupaten, tetapi juga tetangganya di Kota Bogor, sampai dengan Cianjur. Bahkan yang sudah dipantau sampai dengan Sukabumi, mungkin bisa diatur sampai sana. Kami akan menyiapkan satu forum dengan beberapa media, dan akan melakukan kampanye lebih masif. Minimal pencegahan masyarakat untuk tidak menggunakan plat palsu dan juga tindakan kepolisian yang bertugas di Polres Bogor,” tukasnya.

Pos terkait